Rumah Tangga Harmonis, Rezeki Mengalir Deras Setelah Ikut GIM

Rumah Tangga Harmonis, Rezeki Mengalir Deras Setelah Ikut GIM

Rumah Tangga Harmonis – Saya adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki umur pernikahan 20 tahun bersama suami. Bukan waktu yang singkat dalam mengaruhi bahtera kehidupan karena telah melewati pahit manis kehidupan di setiap detiknya. Suami saya seorang pengusaha meubel yang telah memiliki banyak pelanggan dari luar kota bahkan luar negeri. Semua produk meubel kami produksi sendiri dengan total karyawan sekitar 70 orang. Bukan hal mudah memang sehingga kami selalu berusaha untuk meningkatkan omzet agar tetap dapat menggaji karyawan yang banyak serta menambah tabungan kami tentunya.

Namun dalam kehidupan pastinya takkan luput dari yang namanya masalah. Inilah yang juga saya alami dalam kehidupan rumah tangga harmonis yang awalnya saya rasakan. Suami saya yang sukses dan bergelimpangan harta sempat melupakan saya dan anak-anak karena tertarik dengan wanita muda yang menjadi klien bisnisnya. Di umur pernikahan yang ke 16 tahun, saya merasa sangat terpuruk dan jauh dari kebahagiaan. Suami saya telah menikahi sirih wanita umur 25 tahun-an tersebut dan memiliki rumah baru di kota yang berbeda. Betapa hancur hati saya melihat kelakuan suami, walaupun dia masih bertanggung jawab menafkahi saya dan anak-anak.

Tiga tahun berlalu, saya makin terpuruk. Semangat hidup hilang, anak-anak saya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar sangat jarang saya temani belajar karena pikiran saya buyar. Saya juga jarang bersosialisasi dengan tetangga apalagi ikut arisan ibu-ibu karena memang sangat malas untuk bertemu orang lain. Hingga suatu ketika, seorang sahabat mendatangi saya dan melihat kondisi saya di rumah. Dia menyarankan saya untuk mengikuti pelatihan Gemblengan Ilmu Metafisik (GIM) di Bioenergi Center Jogja. Pada awalnya saya tidak mau karena saya sudah hilang semangat dan tak ada lagi tujuan hidup, aalagi mewujudkan rumah tangga harmonis kembali. Namun karena dia berjuang keras merayu saya, akhirnya saya terbang ke Jogja untuk mengikuti pelatihan Gemblengan Ilmu Metafisik (GIM) . Info Lengkap Pelatihan GIM Klik Pelatihan Ilmu Metafisik

Beruntung saya mengikuti pelatihan ini. Saya merasa ada penyemangat hidup, ada energi baru untuk memulai kehidupan saya. Ilmu-ilmu yang diberikan bukan hanya dalam bentuk teori namun juga praktek langsung. Saya mencoba menghilangkan segala beban dan keterpurukan dengan mencoba untuk memupuk keberanian, semangat dan pikiran positif untuk membahagiakan anak-anak saya. Ya, hanya mereka penyemangat saya. Saya menyadari bahwa selama ini saya lalai sebagai seorang ibu. Saya terlalu memikirkan ego saya hingga pendidikan mereka kacau. Saya hanya meratapi nasib lantaran suami mendua, namun saya tak memikirkan kebahagiaan anak saya.

Enam bulan selanjutnya, saya telah menjadi wanita yang sangat tegar. Kembali saya bersosialisasi dengan tetangga, rajin mengantarkan anak ke sekolah, rajin beribadah, lebih komunikatif dengan suami saat dia pulang kerumah seminggu sekali dan tetap tersenyum dalam berbagai kondisi. Akhirnya, entah karena masalah apa, suami saya berpisah dengan wanita keduanya dan kembali kepada saya. Suami dengan nada memohon dan menyadari kesalahannya selama ini, akhirnya saya pun berani memberinya maaf dan memberikan kesempatan untuk mewujudkan bahagia bersama saya dan anak-anak. Setelah itu, rumah tangga harmonis kembali dapat kami rasakan hingga kini. Tak ada lagi wanita kedua dalam rumah tangga kami. Rezeki kami pun mengalir deras sehingga kami bisa membuka cabang lebih banyak lagi di beberapa kota.

(Ibu Lidya Ningrum, 44 tahun, Ibu Rumah Tangga, Jepara)