Mengatur Waktu Dalam Pandangan Islam, Muslim Wajib Baca

Mengatur Waktu Dalam Pandangan Islam, Muslim Wajib Baca

Mengatur waktu – Manfaatkan waktu Anda sebaik-baiknya. Jangan sia-siakan, karena waktu tak akan kembali lagi. Munpung masih muda, mumpung masih sehat, mumpung masih banyak waktu untuk berbuat kebaikan. Jangan sia-siakan! Apalagi sampai korupsi waktu. Jangan sampai terjadi!

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ. الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ. وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

Allah berfirman, yang artinya, “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (Qs. Al-Muthaffifin: 1-3)

Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata, “Muthaffifin adalah orang yang meminta hak mereka secara utuh namun mengurangi hak orang lain. Artinya, mereka mengumpulkan dua sifat, yaitu ‘syuhh’ dan bakhil. Syuhh adalah menuntut hak secara penuh tanpa ada tawar-menawar, sedangkan bakhil adalah tidak mau melaksanakan kewajiban, yang dalam hal ini adalah menyempurnakan takaran dan timbangan.

Contoh yang Allah berikan dalam ayat ini terkait dengan takaran dan timbangan adalah sekadar contoh, sehingga bisa dianalogkan dengan hal-hal yang serupa. Sehingga setiap orang yang menuntut haknya secara utuh namun tidak mau menunaikan kewajiban dengan baik termasuk dalam ayat di atas.

Semisal seorang suami yang menuntut agar istrinya memberikan hak-hak suami secara utuh dan dengan penuh perhatian, namun giliran hak istri, dia tidak mau menunaikan dan memperhatikannya.

Demikian pula, kita jumpai sebagian orang tua yang menginginkan agar anak-anaknya memberikan hak orangtua dengan utuh, yaitu berbakti kepada orangtuanya dengan harta, badan, dan semua bentuk bakti. Akan tetapi, mereka menyia-nyiakan hak anak mereka dan  mereka tidak mau melaksanakan kewajiban sebagai orangtua. Kami katakana bahwa orangtua ini adalah muthaffif, sebagaimana suami model pertama juga muthaffif.” (Tafsir Juz ‘Amma, hal. 93-95)

Demikian pula, seorang pekerja atau pegawai yang menuntut agar mendapatkan gaji yang utuh, namun datang dan perginya sangat tidak tepat waktu juga termasuk muthaffif yang Allah tegur dengan teguran keras dalam ayat di atas.

عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوْقَ الأُمَّهَاتِ، وَوَأْدَ الْبَنَاتِ، وَمَنَعَ وَهَاتِ

Dari al-Mughirah bin Syu’bah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mengharamkan mendurhakai ibu, membunuh anak perempuan, dan mana’a wahat.” (HR. Bukhari no. 2408, dan Muslim no 4580)

Yang dimaksud “mana’a wahat” adalah tidak mau melaksanakan kewajiban, atau meminta hal yang bukan haknya.

Seorang pegawai yang tidak menunaikan kewajibannya dengan baik, semisal dalam hal disiplin waktu, namun menuntut kompensasi yang lebih tinggi daripada pekerjaan yang dilakukan, dikhawatirkan termasuk dalam hadits di atas.

Syekh Abdul Muhsin al-Abbad, pakar hadits dari kota Madinah saat ini, mengatakan, “Setiap pegawai dan pekerja wajib menggunakan jam kerjanya hanya untuk mengerjakan pekerjaan yang menjadi kewajibannya. Tidak diperbolehkan menggunakan jam kerja untuk urusan lain selain pekerjaan yang menjadi kewajibannya. Maka mengatur waktu kerja juga sangat penting.

Tidak boleh memanfaatkan seluruh jam kerja atau sebagian jam kerja untuk kepentingan pribadi atau kepentingan orang lain, jika tidak ada hubungannya dengan pekerjaannya. Sesungguhnya, jam kerja tidak lagi menjadi milik pegawai atau pekerja tersebut, namun milik pekerjaan dengan kompensasi gaji yang didapatkan dari pekerjaan tersebut.” (Kaifa Yu`addi al-Muwazhzhaf  al-Amanah, hal. 4) Untuk itulah mengatur waktu dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari sangatlah penting.

Al Mu`ammar bin Ali bin al Mu`ammar al-Baghdadi pernah menasihati Nizhamul Mulk, seorang menteri di masanya di Mesjid Jami’ al-Mahdi. Di antara nasihat beliau, “Telah dimaklumi bersama, wahai pemuka Islam, bahwa setiap orang memiliki pilihan tentang apa yang diinginkan dan apa yang akan dilakukan. Jika mau maka dilanjutkan, dan jika tidak mau maka berhenti di tengah jalan.

Adapun orang, dia memiliki jabatan tertentu, sehingga dia tidak memiliki hak pilihan dalam keinginan dan tindakan yang akan dilakukannya, karena orang yang memiliki jabatan di pemerintahan itu, pada hakikatnya adalah buruh yang telah menjual waktunya dengan kompensasi gaji yang diterima.

Oleh karena itu, waktu siang hari (jam kerja) tidak bisa dipergunakan seenaknya sendiri. Dia tidak boleh melakukan shalat sunnah dan beri’tikaf sunnah (pada waktu jam kerja) sehingga dia tidak memikirkan dan mengatur hal-hal yang menjadi kewajibannya. Hal itu dikarenakan, amal-amal tersebut bernilai sunnah sedangkan pekerjaan adalah kewajiban yang harus dikerjakan.

Engkau, wahai pemuka Islam, meski engkau berstatus sebagai menteri namun hakikatnya engkau adalah pelayan masyarakat. Negara telah menggajimu dengan gaji yang besar supaya engkau menggantikan tugas negara di dunia dan di akhirat.

Di dunia untuk mewujudkan kebaikan bagi kaum muslimin, sedangkan di akhirat untuk menjawab pertanyaan Allah. Engkau akan berdiri di hadapan Allah, lalu Allah akan berkata kepadamu, “Telah kuberikan kekuasaan kepadamu untuk mengatur negeri dan rakyat, lalu apa saja yang telah kau lakukan untuk mewujudkan kesejahteraan dan menegakkan keadilan?” (Dzail Thabaqat al-Hanabilah, karya Ibnu Rajab:, 1/43)

Sungguh sangat menyedihkan, banyak kaum muslimin yang melalaikan kewajiban ini. Seorang pegawai atau pekerja dengan santainya seakan tidak merasa berdosa pulang sebelum jam kerja berakhir dan terlambat tiba di tempat kerja, tanpa alasan yang jelas. Demikian pula, seorang guru namun jarang masuk kelas untuk menunaikan kewajibannya sebagai pengajar. Semoga kita semakin pandai dalam mengatur waktu di hidup yang singkat ini.

Penulis: Ustadz Abu ‘Ukkasyah Aris Munandar, S.S.

Baca Juga Artikel Lainnya : 

Jangan Menyerah, Hingga Harapan Anda Tercapai

Jangan Menyerah, Hingga Harapan Anda Tercapai

Jangan Menyerah – Setiap orang memiliki kesempatan untuk berekspresi. Apa pun bentuknya, hal ini akan menjadi senjata bagi kita untuk mengembangkan potensi dan kepribadian diri. Pada kenyataannya, kemewahan dan kenyamanan duniawi yang telah kita rasakan seringkali justru mengubur harta kita yang sesungguhnya; harta surgawi yang menjadi investasi kehidupan di akhirat nanti. Untuk itu jangan menyerah!

Setiap hari, kita selalu dipusingkan oleh pekerjaan, dibuai oleh kesibukan, mengejar kesuksesan kerja atau kehormatan di dalam kehidupan sosial. Pada saat hal ini menguasai diri, potensi pencarian kebenaran yang kita bawa sejak lahir akan terkubur dan terlupakan begitu saja seiring dengan kedewasaan hati dan pikiran di dalam diri kita. Padahal sesungguhnya, hal ini merupakan ekpresi manusia dimana ia akan menemukan ‘jalan untuk mencari Allah’ sehingga mereka akan dapat merasakan kebahagiaan hakiki dan kehidupan sejati.

Pada saat bangun pagi, secara spontan seseorang akan menggeliat dan beranjak dari tempat tidur lalu menghirup udara segar di dekat jendela atau pun keluar untuk menikmati indahnya dunia. Ini adalah contoh sederhana dari wujud ekspresi kita dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kesedihan seseorang yang diluapkan dengan meneteskan air mata disaat dirinya sedang dirundung masalah adalah contoh yang lebih nyata lagi dalam menggambarkan ekspresi diri. Fenomena ini tentu sering kita jumpai dalam kehidupan ini bahkan kita pernah mengalaminya sendiri.

Seperti contoh kasus di atas, terdapat hal menarik yang dapat kita petik dalam hidup ini yaitu keteguhan hati, semangat memperjuangkan sesuatu yang ingin kita capai, kesabaran atau ketabahan dalam menghadapi setiap cobaan serta semangat untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Di setiap waktu, jangan sampai kita melupakan ‘doa’ karena ini akan memberikan kekuatan Maha Dahsyat yang berasal dari Tuhan Sang Pencipta. Sebagai ekspresi pengembangan diri, kita harus memahami ungkapan bijak ini, yaitu ” jangan menyerah  dan tetap semangat dalam menggapai segala sesuatu yang kita harapkan di dalam hidup.”

Baca Juga Artikel Lainnya : 

Kecerdasan Bioenergi Mengatasi Masalah Hidup Dengan Tuntas

Kecerdasan Bioenergi Mengatasi Masalah Hidup Dengan Tuntas

Mengatasi Masalah – Mereka yang berhasil memanfaatkan kecerdasan Bioenergi dapat mengatakan bahwa energi kreatif ini telah memberikan cara pandang yang berbeda dalam menanggapi berbagai situasi hidup . Kecerdasan Bioenergi mampu mengatasi masalah hidup dengan tuntas.

Setiap kali melangkah, mereka lebih mampu bersikap positif dalam segala situasi dan kondisi. Secara perlahan namun pasti, hal ini rupanya membuat mereka menjadi lebih berkembang dan mendapatkan penyelesaian yang kreatif serta tepat sasaran. Cara pikir yang positif akan mencegah berbagai pengalaman buruk yang melemahkan hati dan jiwa kita. Dengan bersikap positif, kita akan merasa lebih tegar dan dapat menemukan hikmah dibalik setiap kejadian walaupun itu sangat menyakitkan. Dengan Berfikir positif sikap kita dalam menghadapi masalah tentu akan sangat berbeda.

Berpikir positif akan memiliki dampak dan pengaruh luar biasa dalam kehidupan setiap individu dan dalam mengatasi masalah.  Dengan berpikir positif, kita akan terhindar dari segala hal yang buruk. Sebagai contohnya adalah masalah pribadi yang sering kita alami. Pada saat kita mengalami penderitaan, kita akan dihadapkan pada perasaan kesal, marah, sedih, kecewa atau pun perasaan negatif yang lainnya. Ketika memilih untuk berpikir positif, hal yang akan terjadi adalah sebuah penerimaan yang diikuti keikhlasan atas masalah yang kita alami. Lebih dari itu, kita akan terdorong untuk memperbaiki segala hal yang terjadi dengan jalan terbaik dan dapat melenyapkan segala perasaan sedih, kecewa atau putus asa.

Dengan sendirinya, kita akan merasakan kekuatan yang lebih pada saat menghadapi derita atau pun cobaan. Individu yang memiliki aura positif akan dapat memancarkan rasa percaya diri, tenang dan tentram kepada setiap orang yang ditemuinya. Hal ini tentu menghadirkan sifat yang istimewa karena energi positifnya akan menghadirkan kharisma yang tidak bisa diraba oleh panca indera manusia sehingga orang yang memilikinya akan terlihat lebih unggul daripada yang lainnya.

Semua orang memiliki kecerdasan Bioenergi, hanya saja ada orang yang belum tau bagaimana memanfaatkannya.

Jika anda ingin memperoleh manfaat Kecerdasan Bioenergi Untuk Mengatasi Masalah Hidup Anda, Hubungi kami  di 081 827 8880 | 0853 2727 1999 |(0274) 412446 (Office) WA 081 827 8880

Baca Juga Artikel Lainnya : 

Kekuatan Pikiran Bawah Sadar Anda Mempengaruhi Kesuksesan

Kekuatan Pikiran Bawah Sadar Anda Mempengaruhi Kesuksesan

Kekuatan Pikiran Bawah – Dalam kehidupan, manusia sering dihadapkan dengan beragam pikiran yang mempengaruhi langkah kakinya. Seringkali kita dipengaruhi oleh pikiran yang bersifat positif dan negatif secara bergantian tanpa kita sadari. Perbedaan individu yang berpikiran positif dan negatif terletak pada bagaimana mereka menghadapi sebuah situasi. Individu yang pesimis akan melihat sebuah kejadian buruk sebagai sesuatu yang mempengaruhi seluruh kehidupannya. Mereka selalu berpikir bahwa mereka adalah korban ketidakberuntungan. Di sisi lain, bagi individu yang optimis, mereka memiliki kemampuan untuk lebih mengisolasi hal-hal negatif, lebih bisa menjaga sikap serta mampu meyakinkan diri bahwa apa yang dialaminya hanya sebuah kejadian, bagian dari keseluruhan hidupnya. Maka pengaruh kekuatan pikiran bawah sadar sangat besar sekali.

Pikiran pada dasarnya dapat dibentuk. Ia memiliki sifat fleksibel yang dapat kita manfaatkan untuk membangun berbagai citra di dalam kehidupan. Kemampuan kita untuk mengenali sebuah pikiran dan memanfaatkannya dengan tepat adalah langkah awal untuk membangun dan mencapai harmonisasi kehidupan. Kita harus mengenal pikiran dan mengarahkannya agar dapat berjalan sesuai dengan arah yang kita kehendaki. Selain dengan mengandalkan kecerdasan dan kecepatan berpikir secara rasional, kita tentunya harus pula memiliki sikap dan pola berpikir yang bijaksana.

Kesatuan dari sikap dan pola berpikir manusia akan menghadirkan wawasan yang menyeluruh dari segala aspek kehidupan serta kematangan mental dan emosional di kehidupan kita. Hal inilah yang secara perlahan akan menstimulasi pikiran untuk lebih berkembang dan menghasilkan beragam ide yang menakjubkan. Tentu, kebaikan hidup ini dapat kita ciptakan apabila kita memanfaatkan kecerdasan Bioenergi pada saat berpikir. Kekuatan pikiran bawah sadar dengan Bioenergi ini  akan mengarahkan kita untuk dapat berpikir secara positif sehingga segala harapan hidup dan cita-cita di masa depan akan kita raih dengan lebih mudah dan dalam waktu yang singkat.
Untuk lebih mengasah dan memaksimalkan kekuatan pikiran alam bawah sadar AndaAnda dapat mengikuti Pelatihan Gemblengan Ilmu Metafisik

Baca Juga Artikel Lainnya :