Manusia Ibarat Butiran Debu di Alam Semesta

Manusia Ibarat Butiran Debu di Alam Semesta

Alam Semesta – Kita telah menyadari bahwa alam semesta ini sunguh luas hingga tak terhitung banyaknya makhluk yang berdiam di dalamnya.Manusia, hewan, tumbuhan yang beragam jenisnya itu tinggal di alam ini. Bahkan mungkin ada makhluk lain yang tinggal di planet lainnya. Maha besar Allah yang telah menciptakan banyak makhluk di alam semesta ini. Manusia hanyalah sebagian kecilnya saja.

Mari kita melihat alam semesta bermula dari kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya adalah 300.000 km/detik.Betapa jauhnya bintang-bintang yang ada di alam semesta ini hingga para ahli astronomi mengukur kejauhannya dengan menggunakan tahun cahaya (light year) sebagai tolok ukur. Oleh karenanya, jauhnya bintang galaxy di alam semesta terukur dari puluhan ribu tahun cahaya. Apabila manusia diletakkan di tengah-tengah alam semesta, manusia ibarat sebutir debu yang tak terlihat dan tak berarti.

Inilah gambaran semesta yang sesungguhnya harus kita pahami. Untuk itulah tidak pantas rasanya jika manusia masih memiliki kesombongan, ingin berkuasa, menguasa dunia dan ingin lebih kuat dibandingkan manusia lainnya. Kesombongan seperti itu hanya akan membawa manusia pada kehancuran kehidupan. Kenapa hancur? Karena manusia lain tidak akan menyukai sifatnya yang sombong itu, sifatnya yang selalu ingin menang dan benar sendiri itu. Sifat seperti itu malah akan membuat orang lain tidak nyaman.

Maka beruntunglah mereka yang telah menyadari benar untuk apa dia hidup di alam semesta ini, tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesamanya. Jika ia baik pada sesamanya, maka energi positif akan terus menguar dari dalam dirinya, menyebar ke seluruh penjuru, sehingga ia mudah untuk mewujudkan impian dan harapannya.

Oh ya, sudahkah Anda tahu tentang Ilmu Bioenergi? Bioenergi merupakan tradisi spiritual, yang bertujuan untuk mengembalikan setiap orang yang mempelajarinya, mempratekkannya kembali pada jalur agamanya masing-masing yang tidak bertentangan dengan syariat atau aqidah. Jadi Bioenergi merupakan Seni menyaadari hidup, jadi sedikit kesadaran akan mengembalikan seseorang pada jalan Tuhan menjadi hamba Tuhan yang menjalankan kewajiban-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Bioenergi bersifat Universal (tidak terikat agama tertentu), dan bersifat religius-teologis, artinya, tradisi Bioenergi mengharuskan sikap pasrah (tawakkal) dalampraktik olah psikis dan spiritual. Bioenergi juga merupakan ilmu (pengetahuan teori) dan amal (parktik).Metode zikir dalam pemanfaatan Bioenergi menjadi metode efektif untuk mengantarkan para praktisi Bioenergi dalam kondisi psikologis yang langsung mengarah pada pencerahan ruhaniah dan mewujudkan harapan-harapan baik dalam hidupnya.

Anda juga bisa lho memanfaatkan Ilmu Bioenergi!

Yuk belajar Ilmu Bioenergi agar lebih mengenal diri sendiri, dekat dengan Allah dan memanfaatkan potensi alam semesta untuk membantu mewujudkan harapan-harapan Anda! Di Bioenergi Training & Consulting Center Jalan Veteran 153 Y0gyakarta. Informasi Pelatihan dan Pendaftaran  Hubungi

Comments are disabled.