Bioenergi Center Tempat Penyembuhan Penyakit Secara Alami

Bioenergi Center Tempat Penyembuhan Penyakit Secara Alami

Bioenergi Center – Banyak orang datang di Bioenergi center untuk mengatasi masalah hidupnya,salah satunya adalah untuk menyembuhkan penyakit yang tidak kunjung sembuh,padahal sudah berobat kemana-mana.Setiap orang pasti akan mendambakan hidupnya selalu sehat sepanjang usia, baik sewaktu masih kanak-kanak, muda maupun menjelang hari tua. Hidup sehat itu akan terasa indah dan sangat berharga bagi Anda. Tubuh yang sehat akan memberikan pengaruh pada kekuatan pikiran, jiwa dan rohani.

Namun apa jadinya jika kini Anda atau keluarga Anda sedang menderita sakit, mulai dari flu, pilek, sakit kepala, maag, asma, darah tinggi, diabetes, sakit jantung, tumor, kista, myoma, kanker, gagal ginjal hingga penyakit kronis lainnya. Bahkan penderitaan Anda berkepanjangan karena belum tahu Cara Mengatasi Masalah Penyakit dan penyembuhannya yang tepat.

Jika Anda atau keluarga Anda sedang menghadapi masalah penyakit yang tidak kunjung sembuh , segera datang di Bioenegi center dan konsultasikan kepada HM. Syaiful M. Maghsri, Penemu dan Formulator Ilmu Bioenergi. Dengan berkonsultasi akan membantu Anda untuk menormalkan fungsi energi dalam tubuh sehingga mendapatkan kesembuhan. Anda akan mendapatkan Cara Mengatasi Masalah Penyakit yang efektif untuk menyembuhkan berbagai penyakit Anda atau seluruh keluarga yang Anda cintai. Anda akan mampu menguasai berbagai Cara Mengatasi Masalah Penyakit dengan memanfaatkan kecerdasan Bioenergi, juga mampu melenyapkan ketegangan, stress dan depresi agar kembali bergairah menjalani aktivitas sehari-hari agar hidup sehat dan sejahtera.

Beberapa Cara Mengatasi Masalah Penyakit yang akan Anda dapatkan jika Anda mau belajar ilmu Bioenergi di Bioenergicenter untuk penyembuhan diri sendiri (Bioenergi Healing) antara lain :

  1. Menguasai ILMU PENYEMBUHAN untuk menjaga stamina agar tetap fit saat bekerja (Bioenergy Healing).
  2. Meningkatkan STAMINA, EFEKTIVITAS & PRODUKTIVITAS kerja.
  3. Membangun KEPRIBADIAN ENERGETIK dalam bekerja secara personal atau team work.
  4. Lebih mudah meningkatkan PRESTASI KERJA.
  5. Meningkatkan rasa PERCAYA DIRI untuk SUKSES.
  6. Meningkatkan KEPUASAN KERJA diri sendiri.
  7. Mampu mengakses Ilmu Bioenergi untuk pemecahan setiap masalah PEKERJAAN, KARIER ataupun JABATAN.

Jika Anda atau anggota keluarga Anda yang sedang menderita penyakit dan tak kunjung sembuh, serta ingin sembuh dengan cepat segera dapatkan Cara menyembuhkan penyakit di Bioenergi center. Pastikan Anda menghubungi dan konsultasi kepada HM. Syaiful M. Maghsri, Hubungi : 081 827 8880 (Bpk. Agus), 0853 2727 1999 (Ibu Eny), (0274) 412 446 (Office) Atau silahkan klik DISINI

Baca Juga Artikel Lainnya :

Mengatur Waktu Dalam Pandangan Islam, Muslim Wajib Baca

Mengatur Waktu Dalam Pandangan Islam, Muslim Wajib Baca

Mengatur waktu – Manfaatkan waktu Anda sebaik-baiknya. Jangan sia-siakan, karena waktu tak akan kembali lagi. Munpung masih muda, mumpung masih sehat, mumpung masih banyak waktu untuk berbuat kebaikan. Jangan sia-siakan! Apalagi sampai korupsi waktu. Jangan sampai terjadi!

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ. الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ. وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

Allah berfirman, yang artinya, “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (Qs. Al-Muthaffifin: 1-3)

Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata, “Muthaffifin adalah orang yang meminta hak mereka secara utuh namun mengurangi hak orang lain. Artinya, mereka mengumpulkan dua sifat, yaitu ‘syuhh’ dan bakhil. Syuhh adalah menuntut hak secara penuh tanpa ada tawar-menawar, sedangkan bakhil adalah tidak mau melaksanakan kewajiban, yang dalam hal ini adalah menyempurnakan takaran dan timbangan.

Contoh yang Allah berikan dalam ayat ini terkait dengan takaran dan timbangan adalah sekadar contoh, sehingga bisa dianalogkan dengan hal-hal yang serupa. Sehingga setiap orang yang menuntut haknya secara utuh namun tidak mau menunaikan kewajiban dengan baik termasuk dalam ayat di atas.

Semisal seorang suami yang menuntut agar istrinya memberikan hak-hak suami secara utuh dan dengan penuh perhatian, namun giliran hak istri, dia tidak mau menunaikan dan memperhatikannya.

Demikian pula, kita jumpai sebagian orang tua yang menginginkan agar anak-anaknya memberikan hak orangtua dengan utuh, yaitu berbakti kepada orangtuanya dengan harta, badan, dan semua bentuk bakti. Akan tetapi, mereka menyia-nyiakan hak anak mereka dan  mereka tidak mau melaksanakan kewajiban sebagai orangtua. Kami katakana bahwa orangtua ini adalah muthaffif, sebagaimana suami model pertama juga muthaffif.” (Tafsir Juz ‘Amma, hal. 93-95)

Demikian pula, seorang pekerja atau pegawai yang menuntut agar mendapatkan gaji yang utuh, namun datang dan perginya sangat tidak tepat waktu juga termasuk muthaffif yang Allah tegur dengan teguran keras dalam ayat di atas.

عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوْقَ الأُمَّهَاتِ، وَوَأْدَ الْبَنَاتِ، وَمَنَعَ وَهَاتِ

Dari al-Mughirah bin Syu’bah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mengharamkan mendurhakai ibu, membunuh anak perempuan, dan mana’a wahat.” (HR. Bukhari no. 2408, dan Muslim no 4580)

Yang dimaksud “mana’a wahat” adalah tidak mau melaksanakan kewajiban, atau meminta hal yang bukan haknya.

Seorang pegawai yang tidak menunaikan kewajibannya dengan baik, semisal dalam hal disiplin waktu, namun menuntut kompensasi yang lebih tinggi daripada pekerjaan yang dilakukan, dikhawatirkan termasuk dalam hadits di atas.

Syekh Abdul Muhsin al-Abbad, pakar hadits dari kota Madinah saat ini, mengatakan, “Setiap pegawai dan pekerja wajib menggunakan jam kerjanya hanya untuk mengerjakan pekerjaan yang menjadi kewajibannya. Tidak diperbolehkan menggunakan jam kerja untuk urusan lain selain pekerjaan yang menjadi kewajibannya. Maka mengatur waktu kerja juga sangat penting.

Tidak boleh memanfaatkan seluruh jam kerja atau sebagian jam kerja untuk kepentingan pribadi atau kepentingan orang lain, jika tidak ada hubungannya dengan pekerjaannya. Sesungguhnya, jam kerja tidak lagi menjadi milik pegawai atau pekerja tersebut, namun milik pekerjaan dengan kompensasi gaji yang didapatkan dari pekerjaan tersebut.” (Kaifa Yu`addi al-Muwazhzhaf  al-Amanah, hal. 4) Untuk itulah mengatur waktu dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari sangatlah penting.

Al Mu`ammar bin Ali bin al Mu`ammar al-Baghdadi pernah menasihati Nizhamul Mulk, seorang menteri di masanya di Mesjid Jami’ al-Mahdi. Di antara nasihat beliau, “Telah dimaklumi bersama, wahai pemuka Islam, bahwa setiap orang memiliki pilihan tentang apa yang diinginkan dan apa yang akan dilakukan. Jika mau maka dilanjutkan, dan jika tidak mau maka berhenti di tengah jalan.

Adapun orang, dia memiliki jabatan tertentu, sehingga dia tidak memiliki hak pilihan dalam keinginan dan tindakan yang akan dilakukannya, karena orang yang memiliki jabatan di pemerintahan itu, pada hakikatnya adalah buruh yang telah menjual waktunya dengan kompensasi gaji yang diterima.

Oleh karena itu, waktu siang hari (jam kerja) tidak bisa dipergunakan seenaknya sendiri. Dia tidak boleh melakukan shalat sunnah dan beri’tikaf sunnah (pada waktu jam kerja) sehingga dia tidak memikirkan dan mengatur hal-hal yang menjadi kewajibannya. Hal itu dikarenakan, amal-amal tersebut bernilai sunnah sedangkan pekerjaan adalah kewajiban yang harus dikerjakan.

Engkau, wahai pemuka Islam, meski engkau berstatus sebagai menteri namun hakikatnya engkau adalah pelayan masyarakat. Negara telah menggajimu dengan gaji yang besar supaya engkau menggantikan tugas negara di dunia dan di akhirat.

Di dunia untuk mewujudkan kebaikan bagi kaum muslimin, sedangkan di akhirat untuk menjawab pertanyaan Allah. Engkau akan berdiri di hadapan Allah, lalu Allah akan berkata kepadamu, “Telah kuberikan kekuasaan kepadamu untuk mengatur negeri dan rakyat, lalu apa saja yang telah kau lakukan untuk mewujudkan kesejahteraan dan menegakkan keadilan?” (Dzail Thabaqat al-Hanabilah, karya Ibnu Rajab:, 1/43)

Sungguh sangat menyedihkan, banyak kaum muslimin yang melalaikan kewajiban ini. Seorang pegawai atau pekerja dengan santainya seakan tidak merasa berdosa pulang sebelum jam kerja berakhir dan terlambat tiba di tempat kerja, tanpa alasan yang jelas. Demikian pula, seorang guru namun jarang masuk kelas untuk menunaikan kewajibannya sebagai pengajar. Semoga kita semakin pandai dalam mengatur waktu di hidup yang singkat ini.

Penulis: Ustadz Abu ‘Ukkasyah Aris Munandar, S.S.

Baca Juga Artikel Lainnya : 

Syaiful Maghsri: SUKSES DENGAN 7 PRINSIP BIOENERGI (Bagian 1)

Syaiful Maghsri: SUKSES DENGAN 7 PRINSIP BIOENERGI (Bagian 1)

Syaiful Maghsri – Bioenergi dapat dimanfaatkan oleh siapa pun yang menginginkan keberhasilan dan kebahagiaan seperti yang diharapkan. Bagi Anda yang belum pernah mencoba untuk  memanfaatkan Bioenergi, Anda dapat memulainya dengan memahami 7 (tujuh) prinsip Bioenergi yang akan memandu Anda untuk mencapai keberhasilan. Begitu pula bagi Anda yang pernah memanfaatkan Bioenergi namun mungkin masih mengalami kegagalan, Anda harus kembali memahami prinsip-prinsip Bioenergi agar proses akses energi ini bisa berjalan dengan lancar.
Oleh karenanya, jika Anda masih mengalami kegagalan atas pemanfaatan Bioenergi, Bioenergi Trainning & Consulting Centre menyarankan agar Anda mengikuti Adjustment jarak jauh yang akan dibimbing langsung oleh Bapak H. Syaiful Maghsri yang dijadwalkan setiap hari pukul 21.00 WIB. Langkah dan caranya telah tertulis lengkap di buku BQ (Kecerdasan Bioenergi) sehingga Anda akan lebih mudah mempelajarinya.
Sebelum mengaplikasikan ilmu Bioenergi, terlebih dahulu Anda harus memahami 7 (tujuh) prinsip Bioenergi seperti di bawah ini :
1. Yakin
Keyakinan adalah modal utama manusia untuk menjalani hidup. Keyakinan manusia berkembang sesuai dengan kesadarannya. Keyakinan dalam sebuah agama disebut sebagai iman. Manusia yang beriman menurut agama akan mampu menjalani kehidupan dengan baik, damai dan bahagia. Dalam Bioenergi pun, Anda harus memiliki keyakinan jika ingin sembuh dan sukses dalam segala hal. Pertama, Anda harus yakin bahwa Tuhan akan menolong Anda untuk menghadapi berbagai masalah hidup. Kedua, Anda harus yakin kepada diri sendiri bahwa Anda bisa sembuh dan terbebas dari berbagai masalah yang berat. Dan ketiga, Anda harus yakin dengan penyembuhan Bioenergi itu sendiri. Jika Anda yakin bisa sembuh, hati dan pikiran Anda pun akan berjalan seimbang untuk mewujudkannya.
2. Berpikir dan Bersikap Positif
Bersikap positif adalah membuka hati dan pikiran pada hal-hal yang positif. Berpikir dan bersikap positif adalah perilaku hidup sehat dan bahagia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Penyembuhan Bioenergi akan berjalan dengan baik apabila Anda mampu berpikir positif dalam setiap masalah atau pun penyakit yang datang kepada Anda. Anggap itu sebagai cobaan kecil sebagai awal untuk mencapai kebahagiaan. Berpikir positif pada dasarnya dapat menghindarkan ketegangan dalam diri sendiri karena energi hidup akan mengalir tanpa tekanan apa pun.[Bersambung…]