Belajar Metafisika & Mata Bathin jadi Mudah Dengan Ilmu Bioenergi

Belajar Metafisika & Mata Bathin jadi Mudah Dengan Ilmu Bioenergi

Belajar Metafisika

Anda ingin Belajar Metafisika? Atau ingin tahu lebih banyak tentang mata bathin, ilmu ghaib, ilmu spiritual dan sejenisnya namun takut ada unsur klenik, mistis, ritual aneh, laku-laku tertentu yang berat, menakutkan dan sejenisnya?

Atau Anda juga takut karena dalam pikiran Anda hal itu bertentangan dengan nalar manusia atau malah menyimpang dari ajaran agama? Jika itu yang ada dalam pikiran Anda, ketakutan Anda dan pemikiran Anda terlalu berlebihan dan tidak sepenuhnya benar. Mengapa? Jawaban paling pas adalah karena Anda belum mengenal metafisika dan juga Ilmu Bioenergi. Kalaupun sudah tahu metafisikabaru sebagian. Atau Anda tahu, namun Anda justru belajar metafisika pada orang yang salah, dengan cara yang salah atau pada jalur yang tidak tepat.

Sebagai solusinya Anda sebaiknya Belajar Metafisika pada ahlinya. Dengan begitu, Anda bisa  mendapatkan ilmu tentang metafisika, mata bathin dan spiritual, melalui perspektif Ilmu yang benar. Seperti melalui ilmu Bioenergi. Dengan memahami Ilmu Bioenergi yang merupakan induk dari ilmu metafisik, maka belajar metafisika, mata bathin, ilmu Bathin atau kebathinan, ilmu ghaib atau  spiritual, menjadi lebih mudah.

Kenyataan Tentang Metafisika dan Belajar Metafisika dalam Masyarakat

Tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat masih memandang metafisika, kebatinan dan keghaiban termasuk spiritualitas sebagai hal yang sulit. Sulit dipahami, sulit dipelajari dan sulit dimengerti. Karena kebanyakan dari mereka belum bisa memahami bahwa kehidupan manusia ini tidak bisa terlepas dari hal-hal yang sifatnya metafisika. Sehingga mereka sulit memahami apa manfaat belajar metafisika bagi hidup mereka secara nyata.

Disisi lain, orang yang merasa tahu atau memang tahu metafisika justru salah menggunakannya atau sengaja menyalahinya. Hal ini yang kemudian menjadikan ilmu metafisika meskipun merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui dan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, kehilangan daya tariknya. Karena dianggap kurang baik dan bagi banyak orang juga menjadi suatu hal yang aneh dan sulit dipahami, kurang bermanfaat atau bahkan dianggap sesuatu  sesuatu yang tidak masuk akal.

Tidak sedikit pula orang yang menggunakan ilmu metafisika, kebatinan, keghaiban dan spiritual untuk jalan yang salah sekedar menuruti ego dan ambisinya. Sehingga mereka melakukan berbagai cara keliru bahkan menyesatkan yang kemudian menjadikan metafisika, kebatinan, kegaiban dan spiritual menjadi sesuatu yang semakin menakutkan.

Baca juga: Ilmu Metafisika Untuk Orang Modern & Generasi Milenial

Kebenaran tentang Metafisika

Istilah Metafisika sebenarnya merupakan istilah ilmiah yang untuk pemahamannya bisa melalui analisa sains juga bisa melalui sisi spiritual. Metafisika adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan proses analitis atas hakikat fundamental mengenai keberadaan dan realitas yang menyertainya¹. Analisis metafisika meliputi pembahasan mengenai eksistensi, keberadaan aktual dan karakteristik yang menyertai, ruang dan waktu, relasi antar keberadaan seperti pembahasan mengenai kausalitas, posibilitas, dan pembahasan metafisis lainnya.

Metafisika meliputi berbagai hal dalam kehidupan yang sangat luas yang sifatnya juga melampaui fisik, bahkan bisa menembus dimensi ruang dan waktu. Artinya belajar ilmu metafisika juga belajar suatu yang ghaib atau kasat mata, tidak tampak secara lahir tetapi bisa dirasakan. Sehingga metafisika juga mencakup apa yang dikatakan orang sebagai kebatinan. Semua bermuara pada cara kerja energi dan hal ini biasa dijelaskan dengan sangat gamblang dan mudah dipahami ketika Anda belajar Ilmu Bioenergi seperti dalam program pelatihan GIM Bioenergi.

Kebenaran tentang metafisika yang tidak banyak orang tahu adalah bahwa:

  • Metefisika itu adalah hal yang nyata, riil, dan manfaatnya bisa dirasakan. Hal ini didasarkan pada sifat energi metafisika itu sendiri yang tidak terlihat namun keberadaannya dapat di rasakan dalam mempengaruhi kehidupan dan memberikan perubahan dalam berbagai aspek hidup manusia.
  • Energi metafisika yang merupakan bagian dari energi kehidupan (Bioenergi) terdapat dalam udara, angin, air, atmosfir, sinar matahari dan juga benda-benda lain di alam semesta. Seperti batu, tanah, air, bahkan dalam uang bahkan dalam hati, pikiran, dan harapan. Hal ini karena keberadaan energi metafisika menjadi bagian tak terpisahkan bagi kehidupan.
  • Energi metafisika bekerja selaras dengan hukum alam semesta seperti hukum kausalitas, juga hukum bioelektromagnetik.

Dari mana sebaiknya kita mulai belajar metafisika?

Karena metafisika beda dengan ilmu fisika dan ilmu yang lain, dimana orang bisa memulai mempelajarinya dari arah atau  pintu gerbang yang berbeda beda dengan muara yang juga bisa berbeda beda susuai dengan apa yang ingin Anda ketahui. Dalam Belajar Metafisika Anda bisa masuk melalui pintu bahasan mengenai  keberadaan, rasionalitas, kesadaran,  bisa masuk melalui kajian aspek ontologis atau tentang makna kehidupan. Termasuk melalui masalah hidup, harapan, yang bisa mengantarkan Anda pada eksistensi keberadaan, serta makna dunia metafisik bagi manusia.

Jalan untuk memahami dunia metafisika tak selalu hanya dari satu arah, mengingat demikian luasnya bahasan tentang masalah metafisik itu. Dengan pemahaman yang mudah, Anda bisa mulai belajar metafisika dari arah yang bisa jadi dianggap tidak biasa. Yaitu melalui pemahaman energi dan bagaimana pengaruhnya bagi kehidupan secara riil.

Biasanya orang belajar metafisika secara resmi melalui buku-buku pengantar filsafat yang banyak ditulis dalam berbagai versi dengan penulis yang berbeda beda. Hal ini cukup realistis karena metafisika adalah kajian yang biasa dibahas dalam dunia filsafat. Selain melalui filsafat orang pun biasa mempelajari dunia metafisika melalui jalur agama, atau buku-buku spiritual, sufisme, penciptaan alam semesta, hakekat ketuhanan dan sejenisnya. Tetapi dalam memulai belajar metafisika, yang ideal sebenarnya adalah bagaimana kita bisa mempelajarinya dari dua arah yang berbeda. Bisa melalui filsafat dan juga agama, bisa melalui filsafat dan sains, atau bisa melalui agama dan sains.

Mengapa?

Karena masing masing bidang yang dipelajari kelak bisa saling melengkapi. Kalau dalam dunia filsafat kita dapat menemukan ide, pemikiran, gagasan atau penjelasan yang serba ‘teknis’ dan terperinci. Maka dalam agama kita dapat menemukan keterangan-keterangan proporsional yang bersifat mendasar serta yang bersifat ‘hakiki’ (bukan sekedar hasil  pemikiran manusia).

Begitu juga dengan belajar melalui sisi filsafat dan sains, atau sains dan agama. Dari kedua sudut pandang keilmuan, Anda akan menemukan suatu yang bisa dijadikan perbandingan. Namun pada akhirnya Anda akan menemukan titik temu dan hubungan yang dapat menunjukkan realistisnya ilmu metafisika.

Adalah keliru apabila Anda yang ingin belajar metafisika hanya memegang suatu prasangka negatif. Lalu secara langsung-frontal mempertentangkan bahasan metafisika dengan deskripsi kitab suci. Karena hal itu sama dengan mempersempit wilayah pengetahuan. Karena terlepas dari dilandasi oleh kepercayaan atau tidak, sisi keilmuan dari kitab suci layak dipelajari.

Hal itu karena dalam dunia filsafat tak ada garansi bahwa seorang pemikir akan bisa menyelesaikan seluruh persoalan filsafat yang digelutinya. Bahkan tidak jarang sang pemikir akan menemukan situasi ‘deadlock’. Dan untuk membukanya kita hanya perlu mengembalikan kesadaran untuk berpikir. Yaitu kesadaran bahwa ada sang maha tunggal yang Maha Kuasa atas segala penciptaan di alam semesta. Yang memiliki esensi tidak terbatas dan keilmuan manusia hanyalah ibarat butiran debu dalam pandangan-Nya.

Baca juga: Mengapa Belajar Ilmu Metafisika Perlu Bagi Orang Modern dan Generasi Milenial?

*******

Sebelum kita belajar metafisika dari dua arah itu sebelumnya mesti kita fahami terlebih dahulu hakikat kedudukan masing masing entitas itu agar bila suatu saat terjadi gesekan, benturan bahkan hingga kontradiksi antara dua sisi, kita dapat memahami serta memakluminya. Diawal kita harus menempatkan filsafat pada tempat yang semestinya yaitu sebagai wacana-kajian hasil olah fikir manusiawi yang terbatas serta yang bisa salah, sehingga menjadikan filsafat sebagai parameter kebenaran hakiki tentu saja suatu yang keliru mengingat didalamnya bisa terdapat pandangan pandangan yang saling berlawanan satu sama lain yang tentu mustahil kalau dikatakan semuanya benar.

Sementara itu di sisi lain kita harus menempatkan deskripsi agama sebagai firman atau pandangan Tuhan (bagi yang mengimani nya) dan atau mengandaikan itu sebagai firman Tuhan bagi yang tidak atau belum mengimaninya. Dari sisi sains, kita akan tahu hal-hal yang bisa dibuktikansecara ilmiah, yang memerikan kita ruang untuk menggunakan logika dan kreatifitas berpikir yang selain menjadi sisi yang berbeda dalam belajar metafisika, namun akan melengkapi kreativitas berpikir manusia.

Adapun bagaimana menyikapi pandangan manusia yang ada dalam filsafat dengan pandangan Tuhan yang ada dalam agama, serta realitas dalam sains kelak akan menentukan pemahaman terhadap masalah masalah kompleks utamanya yang ada dalam metafisika. Dan semua itu akan memperkaya pengetahuan atau menambah perbendaharaan pengetahuan yang terarah kepada jalan untuk mengatasi masalah kehidupan.

*******

Pada kenyataannya setiap orang yang ingin belajar metafisika bisa memilih dan memilah mau melalui jalan mana yang akan ditempuh. Setiap orang memiliki hak untuk memilih namun ia harus paham berbagai konsekuensinya. Meski begitu sebaiknya dari sisi manapun Anda memilih jalan atau gerbang dalam memulai belajar metafisika, sebaiknya menyertakan agama sebagai prinsipnya.

Karena pemikiran manusia yang berbeda-beda baik dalam filsafat atau sains tetap memiliki keterbatasan, sehingga tanpa agama sebagai acuan bisa jadi akan sulit memilah mana yang benar dan mana yang salah secara hakiki. Dengan agama Anda akan memiliki grand parameter yang bisa menjadi penyaring dan pengendali pemikiran manusiawi untuk mencegah mengkultuskan pemikiran seseorang.

Belajar Metafisika & Mata Batin

Apa itu Mata Bathin? Banyak orang menyebutkan mata bathin sebagai indra keenam, yaitu kemampuan melihat alam ghaib atau bisa merasakan sesuatu yang tidak terlihat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia batin memiliki arti sesuatu yang terdapat di dalam hati yang bersangkutan dengan jiwa (perasaan hati dan sebagainya). Sedangkan mata merupakan salah satu panca indra yang berfungsi untuk melihat.

Jadi Mata Batin dapat diartikan sebagai sarana untuk melihat yang terdapat dalam hati.

Hanya saja banyak orang yang justru mengkaitkan istilah mata batin identik dengan hal-hal mistis atau bahkan klenik. Tidak sedikit pula yang menganggap bahwa mata batin merupakan sarana untuk melihat maghluk astral. Sehingga mereka yang salah kaprah kemudian ingin dibuka mata batinnya untuk melihat hantu, jin dan sejenisnya.

Pada kenyataannya mereka juga tidak paham apakah dengan melihat jin atau mahluk halus bisa membuat hidupnya lebih baik. Lebih sukses, lebih sejahtera, lebih  bahagia? Kebutuhan tercukupi dan masalah hidup teratasi? Apalagi kalau orang yang mau di buka mata batinnya memiliki kualitas energi dan kualitas spiritual yang rendah justru bisa menyesatkannya. Ia akan sangat mudah dipengaruhi energi negatif yang bahkan bisa menghalangi potensi dirinya dalam meraih tujuan dalam hidupnya atau salah jalan dengan melakukan hal yang bertentangan dengan ajaran agama.

Makna Mata Batin

Mata batin atau yang juga disebut dengan mata hati memiliki makna yang dalam. Karena melalui mata batin ini seseorang bisa melihat makna kebenaran yang hakiki.

Hal ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang melainkan hanya bisa diperoleh mereka yang memiliki kebersihan hati dan pikiran. Sehingga melalui kebersihan hati dan pikiran energi kehidupan (Bioenergi) bisa mengalirkan kecerdasannya. Yaitu dengan meningkatkan sensitifitas hati dan pikiran menjadi lebih peka terhadap energi disekitarnya.

Kepekaan itulah yang akan membuatnya bisa merasakan energi paling halus sekalipun. Untuk selanjutnya menghubungkannya dengan hati dan pikiran untuk menembus pikiran/alam bawah sadar. Dimana didalam pikiran bawah sadar siapapun bisa memprogram tindakan apa yang akan dilakukan dalam hidupnya. Melalui imajinasi-imajinasi terstruktur dalam memori otaknya. Sehingga ia bisa dengan mudah memunculkan ide dan memiliki energi dengan frekuensi tertentu untuk melakukan aktivitas atau tindakan guna merealisasikan ide dan buah pikirannya sescara struktur dan sistematis.

Kemampuan ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang tanpa bimbingan dari ahlinya.

Karena kemampuannya dalam mengelola energi personalnya yang luar biasa. Yaitu melalui kekuatan hati dan pikiran sampai menembus alam bawah sadarnya dan melampaui apa yang dilakukan orang biasa. Karena itu banyak orang menyebutnya sebagai orang yang tajam mata hatinya. Atau bisa dikatakan mata batinnya telah terbuka. Karena ia mampu menembus hijab yang menghalabngi hati dan pikirannya untuk sampai pada kekuatan energi yang Maha tunggal Allah SWT. Sehingga hubungan tersebut memudahkan munculnya keajaiaban–keajaiban dalam hidupnya karena berkah dari kualitas energi yang dimilikinya.

Yang jelas kemampuan seperti itu tidak ada kaitannya dengan kemampuan mistis atau berkaitan dengan ritual klenik. Namun hanya dapat dicapai dengan mengelola Bioenergi (energi hidup) yang ada dalam dirinya.

Untuk memahami hal itu secara lebih mendalam Anda bisa mempelajarinya dengan belajar Metafika Bioenergi. Karena untuk bisa memanfaatkan Bioenergi yang ada dalam diri, dan untuk memiliki mata batin yang tajam bahkan bisa menembus dimensi ruang dan waktu Anda juga memerlukan ilmu. Dandengan belajar metafisika dengan mendalami Ilmu Bioenergi Melalui program Gemblengan Ilmu Metafisik, adalah solusinya. Melalui Program Pelatihan GIM Anda bisa melakukannya olah spiritual dan belajar Metafisika dengan bimbingan dari Guru Spiritual Bapak H.M. Syaiful M. Maghsri di Bioenergi Center.