Metafisika Emosi – Interpretasi Energi Metafisik Dalam Emosi & Mengelolanya

Metafisika Emosi – Interpretasi Energi Metafisik Dalam Emosi & Mengelolanya

Metafisika Emosi

Dewasa ini banyak ahli metafisika modern yang menyatakan bahwa ada begitu banyak sumber daya yang mengajarkan tentang penyembuhan rohani dan kebahagiaan  dalam hidup. Mereka mengajarkan pada orang-orang bahwa mereka perlu belajar untuk mencintai diri mereka sendiri dan berhenti membiarkan masa lalu menentukan bagaimana mereka menjalani hidup hari ini. Pandangan baru tentang ilmu metafisika di abad modern telah membantu menginterpretasikan energi metafisik dalam diri manusia itu nyata adanya. Salah satunya apa yang disebut sebagai Metafisika Emosi dimana, energi emosi itu nyata hanya bagaimana mengelolanya yang harus dipahami sehingga energi itu bermanfaat bagi kehidupan.

“Utusan mistik atau yang kebanyakan orang menyebutnya sebagai mahluk metafisik dan guru-guru adalah hakhluk spiritual.  Mereka membawa misi sebagai pembawa pesan dan bisa menginterpretasikan diri mereka dalam tubuh manusia yang terbuka untuk mengakses energi Kebenaran yang tinggi. Yaitu dalam hubungannya dengan beberapa bagian dari teka-teki kehidupan ini.

Kita semua mahluk Spiritual yang memiliki kapasitas untuk menyesuaikan dengan kebenaran mistis, yang mampu mengelola energi metafisika dalam emosi positif maupun negatif. Metafisika emosi yang terarah bisa menjadi panduan intuitif dalam berbagai tingkatan spiritual yang diperlukan untuk misi kehidupan sesuai hukum bioelektromagnetik atau hukum causalitas. Tidak ada dari kita, tidak ada dari mereka bahkan mahluk metafisik sekalipun yang sempurna. Kita semua sempurna dalam esensi spiritual kita asal bisa mengusahakannya dan mengelola energi dan emosi yang ada. 

Perlunya Mengelola Metafika Emosi Untuk Misi Kebenaran

Metafisika Emosi

 

Para utusan Tuhan, termasuk malaikat, jin, manusia-mnanusia pilihan dengan tingkatan spiritual tinggi, termasuk mahluk metafisik sebagai utusan mistik telah melayani tujuan Ilahi.  Yaitu dengan menunjukkan dan menyampaikan beberapa kebenaran, juga pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai potongan ilmu dari sang pemilik energi tunggal. Namun hanya manusia dengan kualitas spiritual tertentu yang mampu memahami dan menerima pesan-pesan metafisik dari misi yang mereka bawa. Yaitu mereka yang memiliki frekuensi energi tinggi yang mampu menangkap signal-signal sangat lembut meskipun hanya melalui kode dan simbol-simbol tertentu.

Dalam https://www.newagedawned.com/metaphysics-of-emotions/ dijelaskan bahwa: orang-orang yang ahli dan pemikir seperti William Shakespeare dan Albert Einstein: Carl Jung dan Martin Luther King; Carlos Castanado dan Joseph Campbell; Thomas Jefferson dan Margaret Mead; adalah pembawa pesan mistis, yang berkontribusi untuk mengubah kondisi alam semesta dalam beberapa cara. Memperbesar paradigma dalam hubungannya dengan beberapa aspek kesadaran dari penciptaan. Termasuk menyampaikan tujuan penyembuhan universal pada kondisi alam semesta ini secara metafisika dan fisika.

Hambatan dalam pengelolaan Metafisika Emosi

Pada kenyatannya banyak utusan mistik yang melakukan penyembuhan emosional mereka tidak secara mendalam. Yang memungkinkan mereka untuk mengubah pemrograman inti bawah sadar mereka. Dan membiarkan kodependensi untuk memutar dan memutarbalikkan pesan kebenaran yang mereka miliki. Hingga kemudian muncullah berbagai masalah kehidupan di bumi dan di kalangan manusia.

Bahkan hukum bioelektromagnetek  (The Law of Attraction) pun bisa disalah artikan. Sementara itu utusan mistis / guru spiritual ini memberikan pesan yang dipengaruhi oleh kodependensi. Jika kode-kode tersebut tidak terbaca secara sempurna maka akan menghasilkan sesuatu yang janggal dan bisa mengakibatkan kesalahan fatal. Hal itu bisa merusak energi emosi yang akan menerjemahkan pesan metafisik dan kodependensi yang ada menjadi salah perrsepsi.

Dimana Kode itu sesungguhnya harus mampu menerjemahkan pikiran termasuk pemikiran hitam dan putih dan rasa malu tentang menjadi manusia. Sehingga perlu pengelolaan emosi yang lebih baik agar pesan kebenaran tersampaikan. Jika pesan tidak tersampaikan maka energi metafisika emosi akan menghasilkan kemarahan, kehancuran, balas dendam, perselisihan dan penindasan serta perang.

Apakah emosi merupakan energi metafisik yang nyata?

Metafisika Emosi

 

Emosi adalah energi yang dimanifestasikan ke dalam tubuh dalam 3 dimensi, pada tingkat, yang tidak dapat dilihat atau diukur dengan cara konkret. Ilmu pengetahuan medis tradisional barat telah mengabaikan emosi karena tidak dapat diukur atau dideteksi sebagai substansi fisik yang nyata. Artinya emosi adalah energi metafisik yang dalam kenyataannya tidak terlihat namun dapat dirasakan dan bahkan bisa dikelola sesuai arah dari pikiran yang dominan dan kuat.

“Ilmu kedokteran tradisional Barat telah mengabaikan dan mengabaikan komponen spiritual dan emosional dari makhluk. Perspektif medis tradisional dalam hubungannya dengan ketidaknyamanan yang dimanifestasikan secara fisik atau psikologis dibatasi oleh paradigma intelektual otak kiri (konkret, rasional). Yang sepenuhnya difokuskan pada apa yang dapat dilihat, diukur, diukur.

Oleh karena itu, setiap ketidaknyamanan spiritual, emosional, dan mental dilihat sebagai akibat dari kondisi biokimia, fisiologis, fisik. Dokter (yang tentu saja termasuk psikiater) dan kesehatan medis dan mental tradisional lainnya, para profesional dilatih untuk mengidentifikasi masalah mental dan emosional sebagai masalah biologis untuk mendapatkan solusinya dengan bahan kimia. Dari sini jelaslah bawa dalam emosi itu ada energi metafisik yang tidak bisa diobati dengan obat kimia namun dengan mengelolanya dengan hati dan pikiran.

Pandangan Ilmiah Tentang Pengelolaan Metafisika Emosi

Dalam Emosi ada aspek neurobiologis untuk manifestasi perilaku. Tetapi dalam perspektif ilmiah membutuhkan bukti empiris untuk benar-benar memastikan penyebab kondisi apa pun. Itu menjadi hal yang sulit karena komponen emosional dan spiritual manusia tidak dapat dikuantifikasi. Dengan kata lain, kimia otak jelas tidak seimbang dalam hubungannya dengan gangguan fisik atau kondisi mental apa pun

Ketidakseimbangan dalam kimia otak pasti berdampak pada emosi. Tetapi kita tidak mungkin mengatakan secara absolut mana penyebabnya dan mana akibatnya. Dengan kata lain, apakah trauma emosional dan hubungan berbasis rasa takut dan malu dengan kehidupan menyebabkan ketidakseimbangan kimiawi di otak? Atau apakah ketidakseimbangan kimiawi lebih diutamakan. 

Pengobatan Barat tradisional tidak holistik. Pengobatan itu tidak mengobati keseluruhan makhluk, ia hanya mengobati gejala-gejalanya saja. Mayoritas dokter dibatasi oleh pelatihan mereka, paradigma intelektual yang menentukan sudut pandang mereka, hingga percaya bahwa mereka tahu jawabannya.

Ilmu Metafisika dalam Emosi Universal

Metafisika Emosi

 

Dinamika manusia secara internal sangat rumit dan kompleks. Untuk mulai memahaminya dengan lebih jelas, perlu keluar dari sistem kepercayaan terbatas. Keparcayaan yang dipaksakan kepada kita oleh kemanusiaan yang tidak mampu membedakan antara berbagai tingkat realitas. Komponen emosional telah diabaikan atau dilihat sebagai perpanjangan dari mental. Sangat penting untuk mulai memisahkan, dan menentukan batas antara, tingkat emosi dan mental kita untuk menyembuhkan luka emosional kita dan mengelolanya. 

Ketidakmampuan membedakan tingkat realitas menyebabkan manusia menjadi terjerat dalam pandangan tentang makrokosmos. Ini bisa mengundang kebingungan karena cakupannya sangat luas. Sehingga banyak orang tersesat dengan menciptakan konsep tuhan dengan kualitas manusia. Demikian juga kurangnya ketajaman ini menyebabkan manusia mengabaikan komponen emosional dari pengalaman manusia. Paradigma intelektual dan tingkatkan kesadaran mereka harus di perluas & diarahkan ke tingkat yang lebih tinggi yang lebih selaras dengan energi ilahi. 

“Metafisik berarti melampaui fisik.  Yaitu di luar realitas tiga dimensi konkret yang kita alami, yang dapat dilihat dan diukur. Salah satu alasan bahwa emosi telah begitu diabaikan dalam peradaban barat adalah karena tidak mungkin untuk mengambil x-ray atas emosi seseorang. Juga melihat bahwa kita telah mengatasi kesedihan yang belum terpecahkan dari masa lalu. Masa yang membuat sistem kita tidak seimbang dan menyebabkan kita menjadi depresi. Emosi juga telah diabaikan dalam Peradaban Timur. Meskipun pendekatan Timur dalam kedokteran dan sains jauh lebih Holistik pada umumnya dan memang mengakui keberadaan energi yang bersifat metafisik

Cara Mudah dan Praktis Mengelola Energi Metafisika Emosi

Ketika pemahaman metafisika semakin luas dan bahkan dalam sebuah sikap emosi juga ada energi metafisik yang bekerja. Maka pengelolaan energi emosi menjadi sangat penting. Pengelolaan yang salah karena pemahaman yang salah menjadikan energi menghasilkan emosi negatif dan bisa merusak. Namun Pengelolaan energi dengan pengetahuan dan ilmu yang benar akan menghasilkan energi emosi positif yang bermanfaat. Sebagai Cara mudah dan praktis untuk mengelola metafisika emosi ini Anda bisa mengikuti Program Pelatihan Gemblengan Ilmu Metafisik di Bioenergi Center.

Dalam Program Gemblengan Ilmu metafisik ini Anda akan belajar ilmu metafisik dengan mudah. Pelatihan GIM juga mengupas berbagai rahasia ilmu metafisik dan pemanfaatannya untuk solusi masalah hidup. Tidak hanya bagaimana mengelola energi metafisika emosi semata, namun justru bisa memahami secara ilmiah bagaimana energi metafisik bekerja dan dapat memberi manfaat untuk mengatasi masalah hidup yang Anda alami.

Bioenergi Adjustment yang ada dalam pelatihan ini juga akan memberikan Anda manfaat untuk menetralisir energi negatif, penyesuaian dan penyelarasan energi serta meningkatkan kualitas energi. Sehingga hidup Anda akan semakin berkualitas, energi spiritual meningkat, membuka pintu rejeki, meningkatkan energi keberuntungan. Hidup tenang dan damai, lebih sehat, sukses, sejahtera dan lebih dekat dengan Tuhan.