Bagaimana Cara Mengenali Karunia Allah Agar Hidup Anda Bahagia?

Bagaimana Cara Mengenali Karunia Allah Agar Hidup Anda Bahagia?

Agar Hidup Anda Bahagia

Apakah Anda Ingin Agar Hidup Anda Bahagia?

Kebahagian hidup adalah dambaan setiap orang. Untuk menjadi bahagia kita harus tau cara mengenali dan memahami karunia Tuhan yang mengalir kepada kita. Dengan memahami KaruniaNya hidup kita akan menjadi tenang dan damai. Sehingga bisa menjadi jalan agar hidup Anda bahagia.

“Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri kepada-Nya.” (QS. An Nahl: 81)

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar Ra’d: 11)

Untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup, salah satu hal yang paling sulit dilakukan adalah menerima apapun bentuk karunia yang telah Tuhan berikan. Kenyataannya, banyak sekali orang yang tidak mampu menerima karunia mereka sendiri. Atau lebih tepatnya, banyak orang yang tidak mampu menyiapkan kondisi yang kondusif untuk dapat menerima karunia tersebut. Hal ini terjadi karena banyak orang yang tidak tau cara mengenali karunia Allah yang selalu mengalir kepada kita.

Anda mungkin akan bertanya, “bagaimana mungkin kita sulit menerima karunia-Nya? Kalau kita sulit mencari dan meminta pertolongan-Nya, itu masih masuk akal. Tapi kalau karunia yang tinggal kita terima, mana mungkin kita mengalami kesulitan? Apa sih susahnya menerima?”

Baca juga: Miliki Hidup Bahagia Dengan Memanfaatkan Kecerdasan Bioenergi

Kenyataan-Kenyataan Yang Terjadi dalam Kehidupan

Agar Hidup Anda Bahagia

Ternyata, kenyataannya tidak seperti ini. Banyak sekali orang yang mengalami kesulitan dalam menerima anugerah atau karunia Tuhan. Salah satu penyebabnya adalah karena sejak kecil mereka tidak diajari untuk berharap, terutama berharap untuk sesuatu yang positif, sehingga mereka tidak terbiasa berharap untuk menerima hal-hal yang baik.

Sebagian besar orang (termasuk mungkin juga Anda) telah terkondisi oleh apa yang selama ini membentuk kejadian-kejadian dalam kehidupan mereka, kejadian yang kebanyakan tidak menyenangkan. Akhirnya, semua itu membawa mereka pada satu kesimpulan bahwa tidak banyak hal baik yang bisa diharapkan dalam hidup ini.

Mereka yang jarang menerima kejutan manis dalam kehidupan mereka, atau mereka yang tidak tahu adanya suatu kejutan manis, wajar jika kemudian tidak pernah mengharapkan datangnya kejutan manis tersebut. Bahkan, mereka tidak percaya bahwa kejutan seperti itu akan datang dalam hidup mereka.

Banyak orang tidak yakin mereka layak mendapatkan apa yang mereka harapkan dalam hidup ini, sehingga, ketika yang datang adalah musibah atau masalah, mereka malah tenang, “sudah terbiasa,” katanya. Kondisi seperti itu terjadi karena dalam pandangan mereka, kehidupan di dunia memang sudah seharusnya penuh masalah, rintangan dan hambatan.

*******

Menurut orang-orang seperti itu, dunia adalah tempat perjuangan, di mana semakin keras kita berjuang, semakin bersimbah peluh kita membanting tulang, dan semakin besar kedukaan yang kita alami, maka hidup kita akan semakin baik. Lebih dari itu, mereka bahkan percaya bahwa penderitaan-penderitaan tersebut akan membantu mengurangi dosa. Atau paling tidak, semua bentuk perjuangan tersebut akan membuat mereka menjadi individu yang bernilai karena kuat dan tidak kenal menyerah di tengah kerasnya kehidupan.

Hati-hati, pola pikir seperti itu dapat membuat kita tidak mengenali anugerah atau pertolongan Tuhan ketika hal tersebut benar-benar datang. Dan, inilah yang pada akhirnya membuat banyak orang tidak bisa menerima karunia dan pertolongan yang dikirimkan Tuhan, meskipun itu adalah apa yang sebenarnya mereka cari.

Ketidak mampuan orang untuk mengenali apa yang mereka minta, salah satunya disebabkan karena mereka telah membuat standar bentuk karunia atau pertolongan yang mereka inginkan. Sehingga, ketika pertolongan yang diberikan Tuhan ternyata berbeda dari apa yang mereka bayangkan, mereka tidak dapat mengenalinya, dan akhirnya gagal menerimanya.

*******

 

Jadi, meskipun Anda menghabiskan sebagian besar waktu Anda untuk berdoa memohon pertolongan-Nya siang dan malam sambil terus berusaha keras membanting tulang, namun pada akhirnya, jika Anda tidak mampu menerima karunia yang Tuhan kirimkan atau tidak bisa mengenali pertolongan-Nya, maka Anda tidak akan bisa mendapatkan kebahagiaan atau kesuksesan yang Anda harapkan tersebut. Jika Anda merasa lebih nyaman dan bangga ketika kesejahteraan dapat Anda capai dengan kerja keras, maka itulah yang akan Anda dapatkan. Anda akan menjalani hidup dengan penuh kerja keras tanpa henti.

Ingat, ketidakmampuan Anda untuk menerima pertolongan dan karunia Tuhan sama artinya dengan menutup rapat-rapat pintu Anda dari kemurahan Sang Pencipta. Hal yang sama terjadi ketika Anda mementingkan ego Anda. Ketika Anda mengharapkan satu bentuk pertolongan saja karena Anda yakin itulah yang terbaik untuk Anda, Anda akan menolak untuk menerima bentuk lain dari pertolongan Tuhan. Jika hal itu terjadi, maka pertolongan Tuhan-pun juga tidak akan bisa menghampiri Anda. Padahal jika Anda sadar, setiap saat, apapun yang terjadi pada Anda, karunia Tuhan sebenarnya sudah menunggu untuk Anda terima.

Baca juga: Cara Menenangkan Hati dan Pikiran dengan Bioenergi

Ijinkan karunia Tuhan mengalir dalam hidup Anda

Agar Hidup Anda Bahagia

Percayalah, Tuhan ingin kita semua kaya dan bahagia.

Bayangkan, Ia menciptakan dunia dengan segala keindahannya. Untuk apa semua itu jika semua makhluknya harus hidup miskin hingga tidak bisa menikmati semua ciptaan-Nya? Untuk apa Tuhan menciptakan bunga liar nan indah di pinggir jalan, jika tidak ada satu pun orang yang mau mengingat dan mengagumi keindahannya karena terlalu sibuk memikirkan kesibukan dunia?

Jadi, untuk dapat menikmati kebahagian hidup yang telah direncanakan Tuhan untuk Anda, Anda harus mau dan mampu mengenali karunia yang diberikan-Nya kemudian dengan tangan terbuka menerima semua itu. Ketidakmampuan Anda melakukan ini – yang berakibat pada tertolaknya karunia Tuhan yang diberikan kepada Anda – adalah sumber dari kehidupan penuh masalah dan perjuangan yang Anda alami, yang bisa saja tidak perlu terjadi, seandainya Anda terbuka dengan apapun bentuk karunia dan pertolongan Tuhan.

Meskipun Anda mengatakan Anda ingin kaya, sukses dan bahagia, tapi jika Anda gagal mengenali dan menerima pertolongan Tuhan, Anda tidak akan pernah bisa kaya dan bahagia. Nah, bagaimana cara mengenali karunia dan pertolongan Tuhan ini sebagai salah satu skill hidup yang harus Anda pelajari?

Baca juga: Bioenergi, Solusi Tepat Meraih Mimpi dan Harapan Anda!

Kisah Inspiratif tentang karunia dalam kehidupan agar hidup Anda bahagia

Sebagai gambaran, saya akan ceritakan satu kisah yang saya kutip (dengan modifikasi) dari buku berjudul “I am Rich Beyond My Wildest Dreams. I am, I am, I am.” karya Tom Pauley dan Penelope Pauley. Ini adalah sebuah kisah tentang seorang manusia yang tidak mampu mengenali karunia dan pertolongan Tuhan dalam hidupnya, sehingga dia tidak bisa merasakan kebaikan hidup yang sebenarnya dia cari.

Diceritakan ada seorang pria yang sedang terjebak banjir di rumahnya. Air sudah mulai meninggi dan dia terpaksa duduk di teras rumahnya. Beberapa saat kemudian, Tim SAR menghampiri dengan perahu karet,“Mari Pak, naik ke perahu ini. Air masih terus meninggi, lho.”Ajak salah satu anggota Tim SAR tersebut.

Pria yang dikenal sangat taat beragama tersebut kemudian menjawab, “Tidak terima kasih. Tuhan akan melindungiku. Aku menunggu bantuan-Nya.” Mendengar jawaban pria tadi, Tim SAR pun pergi meninggalkannya, dan berkonsentrasi untuk menolong korban lain yang bersedia ditolong.

*******

Beberapa jam kemudian, pria tadi terpaksa naik ke teras lantai dua rumahnya karena air yang semakin meninggi. Kali ini, dia melihat sebuah perahu karet kosong terapung dan hanyut menuju ke arahnya. Dia bisa saja menggapai perahu tersebut, naik ke atasnya dan menggunakannya untuk menyelamatkan diri, tetapi dia tetap teguh dengan keyakinannya bahwa Tuhan akan mengirimkan bantuan.

“Belum tentu juga aku bisa selamat naik ke perahu karet itu. Kalau nanti aku tidak bisa mengemudikannya, atau perahunya terbalik, toh sama saja. Tidak, ah. Aku tunggu saja pertolongan Tuhan,” pikirnya sambil membiarkan perahu karet tersebut terhanyut menjauh.

Satu jam kemudian, si pria yang masih juga menunggu pertolongan Tuhan ini terpaksa naik ke atap rumahnya. Banjir kali ini benar-benar besar dan menenggelamkan apapun. Sebuah helikopter SAR mendatangi si pria dan menawarkan bantuannya dengan melemparkan tangga tali.

*******

Namun sekali lagi, dia menolak bantuan yang diberikan tersebut. “Tidak usah. Terima kasih. Tuhan akan melindungiku,”teriaknya kepada pilot helikopter. Maka helikopter itupun menjauh dan meninggalkannya, yang akhirnya meninggal tenggelam tidak lama kemudian karena banjir yang terus meninggi.

Sesudah meninggal, pria tadi berkesempatan bertemu dan berdialog sebentar dengan Tuhan. Pada saat itu, dia tidak membuang waktu dan langsung menanyakan apa yang mengganjal di benaknya. “Tuhan, seumur hidupku aku telah patuh menjalankan perintah-Mu. Aku menyembah-Mu dengan penuh ketaatan. Aku hanya beriman dan mengabdikan diri kepada-Mu.”

Tuhan lalu membenarkan pernyataan si pria, “Ya benar. Kamu sudah menjadi hamba-Ku yang taat sejauh ini.”

“Lalu kenapa Kau biarkan aku mati tenggelam dalam banjir mengerikan tersebut? Kau kan tahu, mati dengan cara tersebut sama sekali tidak asyik, Tuhan…”

Tuhan menggeleng dan berkata, “Sebenarnya Aku tidak membiarkanmu mati tenggelam begitu saja. Aku mencoba menolongmu. Karena itu Aku kirimkan dua perahu karet dan satu helikopter SAR. Apalagi yang kau inginkan?”

Apa moral penting yang bisa kita ambil dari cerita di atas?

Agar Hidup Anda Bahagia

Ada banyak sekali manusia yang mempunyai bayangan dalam pikiran mereka tentang seperti apa bentuk pertolongan Tuhan yang mereka harapkan. Mereka begitu terikat dengan keinginan mereka sendiri, sehingga tidak mampu mengenali pertolongan yang sebenarnya telah dikirimkan Tuhan dalam bentuk yang berbeda dari yang mereka bayangkan.

Selain cerita di atas, berikut ini ada beberapa contoh skenario karunia yang sulit dikenali jika kita tidak mau berpikir. Mudah-mudahan Anda mampu mengenali polanya dan belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, yang akan menghalangi Anda dari menerima karunia dan pertolongan Tuhan hanya karena bentuknya berbeda dari yang Anda harapkan.

*******

  • Seseorang gagal terus dalam sebuah jenis bisnis yang ditempuhnya. Benar-benar sering sial. Tapi dia maju terus, pantang menyerah, dan akhirnya, walaupun seret dan hasilnya pas-pasan, dia berhasil memiliki usaha yang sudah diupayakannya sejak lama. Menurut Anda, di mana kira-kira letak kegagalannya dalam menerima karunia atau mengenali pertolongan Tuhan?
  • Orangtua memaksa anaknya untuk menempuh jalur pendidikan sebagaimana remaja lain pada umumnya. Dengan sekuat tenaga mereka mengupayakan agar anak tersebut agar mampu menempuh pendidikan yang mereka inginkan dengan hasil memuaskan. Mereka menginginkan anaknya menjadi seorang akademisi dan semua usaha telas mereka tempuh. Les sana, kursus sini, bahkan pergi ke ‘orang pintar’ agar si anak bisa lulus dengan nilai baik. Tapi sayangnya, si anak tidak menikmati semua ini karena dia secara akademis tidak terlalu kuat. Dia adalah anak yang lebih kuat intelegensia kinestetiknya dan bercita-cita menjadi penulis komik, bukan seorang akademisi brilian yang menempuh pendidikan sampai S3. Menurut Anda, di mana kira-kira letak kegagalan si orangtua dalam menerima karunia Tuhan?
  • Seorang sarjana yang masih menganggur tidak menyerah dalam mengirimkan puluhan surat lamaran kerja ke mana-mana. Tidak juga ada panggilan. Kemudian, seorang kerabat menawarkan modal untuk membuka usaha sendiri, tetapi dia tidak berani menerimanya. Dia takut gagal berbisnis dan memilih langkah yang lebih aman, yaitu mencari pekerjaan, meskipun tidak juga ia dapatkan. Menurut Anda, di mana ketidakmampuan si pemuda dalam menerima karunia Tuhan?
  • Selanjutnya, silahkan Anda menengok ke kehidupan Anda sendiri, dan refleksikan saat-saat di mana Anda juga tidak mengenali karunia dan pertolongan Tuhan, karena pikiran Anda sudah diarahkan sepenuhnya oleh gambaran Anda sendiri. Silahkan tuliskan hasil renungan Anda tersebut.

Menerima Karunia Langkah Penting Agar Hidup Anda Bahagia

Menerima karunia adalah langkah yang sangat penting agar Anda dapat menikmati hidup yang sukses, makmur dan sejahtera. Meskipun Anda telah memintanya, jika Anda tidak mampu menerima apa yang telah dikirimkan Tuhan, maka tidak akan ada karunia yang dapat mendatangi Anda.

Tuhan itu Maha Baik, Maha Sempurna, maka semua pemberian-Nya adalah sebuah bentuk karunia, meskipun pada awalnya tidak terlihat seperti harapan Anda. Bukankah Anda tahu bahwa Tuhan tidak menciptakan segala sesuatu untuk kesia-siaan? Semua yang diberikan Tuhan pada kita memiliki peran, fungsi dan tujuannya masing-masing, dan karena itulah kita sebut pemberian Tuhan ini sebagai karunia.

Anda harus belajar menerima apapun karunia yang diberikan Tuhan sekaligus belajar mengenali karunia tersebut sebagai bentuk pertolongan-Nya.

“Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar… (QS. Ar Jasiyah: 11)

Baca juga: Agar Hidup Bahagia Manfaatkanlah Kecerdasan Bioenergi

___________________________*******_______________________

Banyak sekali Karunia Alloh yang telah kita terima bahkan kalaupun dihitung hitung kita tidak akan mampu menghitungnya, saking banyaknya. Tapi seringkali kita merasa sedih, resah, gelisah dan bahkan sampai stres hanya dengan sedikit kesulitan dan masalah, mengapa hal ini terjadi? Karena Anda tidak mengenali karunia Alloh yang selalu mengalir setiap saat dimanapun Anda berada.

Untik itu saatnya Anda belajar cara mengenali karunia Alloh agar hidup Anda bahagia, mau? Klik segera dapatkan caranya dengan mengikuti Pelatihan GIM  Bioenergi Untuk tanggal pelaksanaan silakan klik>> Jadwal Pelatihan GIM.

*******